Membangun Mahasiswa yang Cerdas dan Berkarakter
Membangun Mahasiswa yang Cerdas dan Berkarakter
"Resume Materi H-1 PKKMB UNUSA"
Pada PKKMB UNUSA hari pertama, terdapat beberapa materi yang telah dibahas oleh pemateri. Salah satunya adalah materi mengenai Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara yang disampaikan oleh pemateri, Yudi Latif, MA., Ph.D. Seperti yang telah dijelaskan oleh beliau, bahwasannya Indonesia merupakan negara pelopor dalam mencapai kemerdekaan. Sehingga, negara lain menjadikan Indonesia sebagai model untuk ditiru taktiknya. Meski menjadi negara pelopor, Indonesia masih belum sebaik atau mengalami keterlambatan jika dibandingkan dengan beberapa negara lain.
Besar tidaknya suatu negara, tidak dilihat dari seberapa luas negara tersebut, melainkan ditentukan oleh karakter dan kualitas manusianya. Di Indonesia, masyarakat cenderung mengembangkan pergaulan dengan sesamanya, padahal jika kita ingin menyatukan Indonesia, kita harus menemukan titik-titik temu dengan mengembangkan jejaring konektivitas (pergaulan). Selain jejaring konetivitas, kita juga perlu mengembangkan jejaring inklusivitas. Kedua jejaring tersebutlah yang akhirnya dapat menumbuhkan Bhinneka Tunggal Ika. Manusia dapat merasa diperlakukan setara apabila ada kekuatan integritas dan landasan nilai.
Sayangnya, Indonesia belum cukup mampu menjadi negara makmur meski menjadi negara yang kaya.
Inovasi perlu dikembangkan agar mencapai kesejahteraan rakyat. Dan juga, alangkah baiknya pelayanan publik juga tidak membeda-bedakan untuk mencapai kesejahteraan rakyat. TSering kali solusi legal tidak mampu menyelesaikan suatu masalah. Maka dari itu, yang terpenting dalam mencapai kesejahteraan ialah damai dan tertib.
Lalu, materi selanjutnya yakni mengenai Penguatan Literasi Keuangan dan Kesejahteraan Mahasiswa
yang disampaikan oleh Erisandy Yudhistira. Saat ini kita dimudahkan dengan berbagai fasilitas untuk menunjang kebutuhan kita. Hal ini dapat menjadi suatu peluang sekaligus ancaman. Kebutuhan konsumsi kita mungkin dapat diperoleh dengan cepat, namun saat ini dengan adanya kemudahan tersebut, orang yg tidak memiliki uang, bahkan bisa melakukan aktivitas yg sama. Yang perlu dikhawatirkan ialah orang yang tidak bijak dalam mengatur keuangan, hal tersebut dapat menjadi silent killer di kehidupan masa depan.
Aset yg paling penting adalah potensi yang didapatkan masing-masing individu. Kekuatan atau kekayaan yang dimiliki seseorang, tergantung bagaimana potensinya. Pendapatan terbesar pensiunan Indonesia ke-1 dari anak/menantu, ke-2 bekerja/usaha. Terdapat survei mengenai siklus finansial kehidupan yg menunjukkan manusia 240 bulan sisa umurnya tanpa penghasilan yang pasti. Maka dari itu, perencanaan keuangan yang tepat berpengaruh besar terhadap nasib seseorang di masa depan.
Memulai investasi dengan bijak adalah investasi yang memiliki tujuan dan telah dikenali profil resikonya. Prinsip investasi ialah apabila resiko rendah, pendapatan rendah dan sebaliknya, apabila resiko tinggi, pendapatannya juga tinggi. Dengan melakukan perencanaan keuangan yang baik, sama halnya dengan kita peduli terhadap diri kita sendiri. Karena pada dasarnya, aset yang paling penting adalah individu atau diri kita sendiri.
Selanjutnya, materi yang ketiga yaitu Strategi Menumbuhkan Critical Thinking Ability Untuk Menemukan Solusi Terbaik disampai oleh Dr. Arif Abdurrakhman, S.T., M.T. Sebagai seorang manusia, tentunya kita diberikan kemampuan untuk menggunakan otak kita guna memikirkan suatu hal. Dalam beberapa aspek, kita dituntut atau diharuskan untuk berpikir secara kreatif dan kritis. Kreatif dan kritis diperlukan karena tuntutan zaman bahwa besok harus lebih baik dari hari ini dan hari ini harus lebih baik dari kemarin. Maka dari itu, siapapun juga harus bersedia berpartisipasi dalam memperbaiki kualitas kehidupan di segala bidang dan itulah konsekuensinya. Orang yang berpikir kreatif dan kritis, memiliki peluang untuk sukses lebih tinggi.
Sebagai makhluk sosial, kita dituntut untuk dapat berpikir kreatif dan kritis. Alasannya ialah, seperti akan terjadi seleksi alam dalam artian siapa yang lemah, dia akan kalah. Bagi yang kalah, mereka akan tepinggirkan atau tersingkir dari arena perjuangan hidup ini. Hal tersebut disebabkan karena seseorang selalu bersikap apatis, masa-bodoh, malas, bebal, dan ceroboh. Di sisi lain, bagi mereka yang menang, mereka akan selalu memegang peranan penting di arena perjuangan hidup. Hal tersebut dikarenakan seseorang yang "menang" selalu bersikap kritis, dinamis, rajin belajar tentang apapun, teliti, dan sukses. Maksud dari ungkapan tersebut adalah apabila seseorang memiliki pemikiran yang dangkal dan tidak bertumbuh atau berkembang, maka dia akan berjalan di situ saja, tidak seperti seseorang yang memiliki kemampuan berpikir kreatif dan kritis.
Dan materi terakhir yang saya resume ialah mengenai Mahasiswa Berkarakter dengan Anti Kekerasan Seksual, Anti Perundungan, Sehat Mental dan Perilaku Menyimpang yang disampaikan oleh Hafid Algristian, dr., Sp.KJ. Ada kalanya perasaan atau mindset kita terlalu menguasai diri kita dalam menilai suatu perbuatan seseorang. Hal itu dapat terjadi ketika kita merasa tersinggung akan suatu hal. Padahal, hal tersebut dapat diminimalisir dengan memahami perasaan satu sama lain. Dan juga, perlu diingat bahwa orang lain juga memiliki cerita yang mungkin dipendam oleh dirinya sendiri karena tidak semua cerita dapat dibagi atau diceritakan kepada orang lain. Maka dari itu, melihat atau menilai seseorang tidak boleh didasari ketersinggungan dan juga kita perlu memahami ataupun berempati kepada orang lain tanpa megetahui keseluruhan cerita.
Perundungan terdiri dari beberapa macam, seperti perundungan secara fisik, verbal, sosial, cyberbully, dan seksual. Kadang beberapa pelaku perundungan melakukan gaslighting kepada korban, yang akhirnya membuat korban merasa terundung karena kesalahan dirinya sendiri. Baiknya, mitigasi perlu dilakukan apabila terjadi suatu perundungan untuk memberi pemahaman kepada kedua belah pihak. Selain itu, mitigasi dapat mengurangi dampak negatif yang mungkin terjadi apabila suatu perundungan dibiarkan begitu saja terjadi.
Terkadang konteks perundungan dapat bermaksud candaan atau memang benar adanya maksud perlakuan tersebut adalah perundungan. Meski korban merasa tidak tersinggung, namun perundungan dapat bersifat objektif, sehingga orang lain dapat menilai itu adalah suatu perundungan. Tidak peduli bagaimana korban menanggapi, perundungan tetaplah perundungan. Kita dapat memberikan dukungan pada korban sebagai bentuk kasih sayang dan kepedulian akan hal yang terjadi padanya, dengan begitu ia akan merasa bahwa ada yang peduli dengannya dan ia merasakan kehangatan dari kasih sayang orang lain.
Link Website Fakultas: https://fk.unusa.ac.id/
Link Blog Teman: https://lintangjauahar.blogspot.com/2025/09/pkkmb-day-1.html
Link Universitas: https://unusa.ac.id/
Media Sosial Universitas:
- Facebook : https://www.facebook.com/unusaofficialfb
- Instagram : https://www.instagram.com/unusa_official/
- Youtube : https://www.youtube.com/@unusa_official
- Twitter ( X ) : https://x.com/unusa_official?lang=en
- Tiktok : https://www.tiktok.com/@unusa_official
Komentar
Posting Komentar